Family gathering perusahaan sering terlihat seperti keputusan sederhana: cari tempat yang cukup luas, pilih games yang ramai, pesan konsumsi, lalu susun rundown. Namun, cara berpikir seperti ini bisa membuat panitia melewatkan hal paling penting: peserta family gathering bukan hanya karyawan. Di dalam satu acara, bisa hadir pasangan, anak kecil, remaja, orang tua, lansia, dan keluarga […]
Author Archives: Erik Prasetya
Employee gathering sering terlihat berhasil ketika peserta hadir ramai, games berjalan, dan dokumentasi tampak hidup. Namun, bagi HR, GA, internal comms, procurement, atau panitia perusahaan, suasana saja belum cukup. Agenda internal yang baik perlu tujuan, alur peserta, jeda, komunikasi, hospitality, dan scope yang jelas. Dalam konteks Corporate Gathering Semesta Indonesia, tujuan organisasi menjadi titik awal. […]
Company outing kantor sering disamakan dengan gathering perusahaan. Namun, keduanya tidak selalu berarti sama. Perbedaan istilah ini penting karena akan memengaruhi tujuan acara, jumlah peserta, lokasi, durasi, aktivitas, konsumsi, transportasi, dokumentasi, dan batas layanan. Secara sederhana, gathering perusahaan adalah agenda kebersamaan yang cakupannya lebih luas. Di dalamnya bisa ada employee gathering, family gathering, annual gathering, […]
Perencanaan event outdoor tidak cukup dimulai dari tema, dekorasi, rundown, atau jumlah peserta. Sejak awal, panitia perlu membaca bagaimana lokasi bekerja ketika peserta datang, kendaraan bergerak, vendor melakukan loading, cuaca berubah, dan jalur darurat tetap harus terbuka. Ruang terbuka memang terasa fleksibel. Namun, fleksibilitas itu hanya aman digunakan bila akses, cuaca, kapasitas, dan emergency access […]
Rundown event perusahaan sering terlihat rapi karena jam pembukaan, sambutan, sesi utama, makan siang, dokumentasi, dan penutupan sudah ditulis berurutan. Namun, acara tidak berjalan hanya karena daftar jam sudah lengkap. Saat hari-H dimulai, pertanyaan yang menentukan kelancaran justru lebih operasional: siapa memberi cue ke MC, kapan vendor dokumentasi harus standby, siapa mengarahkan peserta, dan siapa […]
Checklist brief event organizer adalah pegangan awal sebelum perusahaan meminta proposal corporate event atau launching. Tanpa brief yang jelas, tujuan acara bisa berubah tafsir. Vendor membaca kebutuhan dari sisi teknis. Panitia membaca dari sisi internal. Sementara itu, EO harus menyatukan tujuan, peserta, venue, rundown, dokumentasi, hospitality, dan batas scope dalam satu ruang kerja. Karena itu, […]
Event coordination support dibutuhkan ketika acara sudah memiliki venue, vendor, konsep, atau panitia internal, tetapi belum memiliki satu alur koordinasi yang menjaga rundown, peserta, hospitality, teknis, dan PIC lapangan tetap bergerak rapi. Dengan kata lain, masalah acara tidak selalu muncul karena klien belum memakai EO penuh. Sering kali, masalah justru muncul karena elemen yang sudah […]
Brand activation sering terlihat berhasil di permukaan karena ada venue, peserta, booth, gimmick, dokumentasi, dan aktivitas yang ramai. Namun, aktivasi brand belum tentu benar-benar terarah jika pesan utama tidak terbaca, alur peserta tidak dikendalikan, tim lapangan hanya bereaksi pada masalah teknis, dan setiap touchpoint berjalan sendiri-sendiri tanpa hubungan yang jelas dengan tujuan brand. Di lapangan, […]
Event organizer dan event planner sering dianggap sama dalam program perusahaan. Padahal, keduanya punya titik berat yang berbeda. Event planner membantu membaca tujuan, konsep, timeline, dan kebutuhan awal. Sementara itu, event organizer lebih dekat dengan koordinasi dan pelaksanaan acara di lapangan. Banyak acara perusahaan tidak bermasalah karena idenya buruk. Masalah justru sering muncul karena batas […]
Dalam program lapangan, masalah sering muncul bukan karena tempatnya buruk, melainkan karena istilah dasarnya tidak dibedakan sejak awal. Panitia menyebut “cari venue”, padahal kebutuhan sebenarnya bisa menyangkut destinasi, akses, rute aktivitas, vendor lokal, ritme peserta, dan batas layanan. Venue menjawab titik kegiatan. Destinasi menjawab konteks wilayah dan pengalaman. Sementara itu, rute menjawab bagaimana peserta bergerak, […]











