MICE support asosiasi dibutuhkan ketika forum, seminar, dan gathering tidak cukup ditangani hanya dengan jadwal acara. Panitia perlu membaca siapa yang datang, siapa yang berbicara, siapa yang perlu didampingi, dan bagaimana peserta berpindah dari satu sesi ke sesi lain. Pada agenda asosiasi, peserta biasanya datang dengan peran yang beragam. Ada anggota, pengurus, narasumber, moderator, sponsor, […]
Author Archives: Erik Prasetya
Event brand experience membantu launching dan community engagement tidak berhenti sebagai acara yang hanya terlihat rapi, ramai, atau menarik secara visual. Dalam kebutuhan brand, acara perlu dibaca sebagai pengalaman yang menghubungkan pesan, audiens, activity flow, momen dokumentasi, hospitality, vendor, dan batas scope sejak awal. Banyak launching terlihat tertib, tetapi tidak selalu meninggalkan pesan yang kuat. […]
Kolaborasi event venue menjadi semakin penting bagi hotel, resort, dan venue partner yang tidak hanya ingin menyediakan tempat, tetapi juga ingin terlibat dalam program yang lebih tertib, terukur, dan relevan untuk kebutuhan perusahaan, institusi, komunitas, maupun perjalanan grup. Dalam event, gathering, MICE, outbound, tourism experience, atau program berbasis destinasi, tempat yang menarik belum otomatis menjadi […]
Travel partner tidak cukup mengandalkan daftar destinasi saat menyusun perjalanan grup. Program yang melibatkan banyak peserta, beberapa lokasi, vendor lokal, rute, hospitality, dan batas layanan perlu dibaca lebih hati-hati. Karena itu, Tourism Experience dan Destination Management penting dipahami sebagai cara merancang perjalanan yang realistis, bukan sekadar istilah dalam proposal. Dalam perjalanan grup, destinasi hanya satu […]
Gathering komunitas sering terlihat sederhana karena pesertanya saling kenal. Namun, kegiatan yang awalnya ingin dibuat santai bisa cepat terasa berantakan jika titik kumpul tidak jelas, waktu berangkat berubah-ubah, konsumsi belum dipastikan, atau informasi panitia tersebar di terlalu banyak chat. Masalahnya biasanya bukan pada niat komunitas. Yang sering belum siap adalah alur yang mudah diikuti peserta. […]
Outbound sekolah dan program kampus berbasis destinasi perlu dimulai dari brief yang jelas, bukan hanya dari pilihan paket atau lokasi. Nama kegiatan bisa saja sudah dipilih. Destinasi juga mungkin sudah dibayangkan. Namun, program lapangan pendidikan tetap perlu membaca tujuan, peserta, pendampingan, rute, aktivitas, dan batas layanan sebelum proposal dikunci. Untuk sekolah atau kampus, program yang […]
Event BUMN dan agenda lembaga pemerintahan jarang berdiri sebagai acara tunggal yang cukup disiapkan dari rundown saja. Di dalamnya bisa ada forum resmi, perjalanan peserta, koordinasi PIC, kebutuhan hospitality, dokumen acara, vendor teknis, pengaturan lokasi, hingga batas layanan yang harus terbaca sejak brief awal. Karena itu, dukungan event, forum, dan perjalanan institusional perlu dilihat sebagai […]
Layanan event perusahaan sebaiknya tidak dipilih hanya dari nama acara, tetapi dari tujuan program, profil peserta, lokasi, durasi, format kegiatan, risiko, teknis, hospitality, dan batas kerja. Karena itu, pertanyaan “butuh event organizer, gathering, MICE, atau outbound?” perlu dibaca lebih dalam sebelum perusahaan meminta proposal. Dalam praktiknya, satu program perusahaan bisa memuat beberapa kebutuhan sekaligus. Sebuah […]
Program only event sering dianggap sebagai pilihan yang lebih sederhana. Panitia sudah punya tempat. Konsumsi mungkin sudah ada. Vendor tertentu juga mungkin sudah dipilih. Lalu, kebutuhan yang tersisa dianggap hanya “isi acaranya”. Namun, cara membaca seperti ini bisa berisiko bila batas kerja belum ditulis dengan jelas. Dalam event, gathering, dan outbound, persoalan utama program only […]
Panduan membaca paket gathering Puncak berdasarkan harga, fasilitas, durasi, venue, konsumsi, transportasi, dokumentasi, include/exclude, dan batas layanan tertulis.











