Offroad sering terlihat menarik untuk corporate outing karena memberi pengalaman yang berbeda dari kegiatan kantor biasa. Peserta naik jeep, melewati jalur tanah, melihat area alam, lalu pulang dengan cerita yang lebih kuat daripada sekadar duduk di ruang meeting. Namun, offroad untuk perusahaan tidak bisa hanya dibaca sebagai aktivitas seru naik kendaraan. Ada rute, jeep, driver, […]
Author Archives: Erik Prasetya
Scope layanan event perlu dibaca sejak paragraf pertama proposal, bukan setelah harga disetujui. Dalam event, gathering, MICE, outbound, tourism experience, atau perjalanan grup, satu istilah bisa membawa banyak komponen: venue, konsumsi, transportasi, dokumentasi, vendor, perlengkapan teknis, itinerary, safety briefing, sampai hospitality di lapangan. Karena itu, proposal tidak cukup dibaca sebagai dokumen harga. Proposal harus dibaca […]
Rafting sering dipilih untuk outing, corporate gathering, atau outdoor adventure karena memberi pengalaman yang aktif, segar, dan berbeda dari kegiatan indoor. Namun, untuk rombongan perusahaan, rafting tidak bisa hanya dibaca sebagai aktivitas seru di sungai. Ada peserta, rute, cuaca, perlengkapan, guide, briefing, waktu transisi, dan batas risiko yang perlu dipahami sebelum kegiatan masuk ke rundown. […]
Memilih durasi outbound perusahaan tidak cukup dengan bertanya, “acaranya mau berapa jam?” Durasi menentukan ritme kegiatan, jumlah aktivitas, kebutuhan fasilitator, waktu transisi, konsumsi, dokumentasi, safety briefing, hingga batas risiko yang perlu dibaca sejak awal. Banyak program outbound terlihat sederhana di proposal, tetapi menjadi padat saat dijalankan. Peserta harus tiba di lokasi, registrasi, mengikuti pengarahan, berpindah […]
Checklist proposal event dan perjalanan grup membantu klien, panitia, vendor, dan pelaksana membaca scope yang sama sebelum kegiatan berjalan. Tanpa checklist proposal event yang jelas, venue bisa dianggap sudah termasuk, dokumentasi dikira otomatis tersedia, transportasi atau konsumsi dianggap melekat dalam paket, padahal setiap komponen seharusnya tertulis dalam proposal, quotation, rundown, itinerary, vendor list, kontrak, atau […]
Banyak panitia memakai kata “paket” ketika menyiapkan outbound, rafting, atau offroad. Namun, kata itu sering menimbulkan salah tafsir. Bagi sebagian orang, paket berarti semua kebutuhan acara sudah termasuk. Bagi penyedia program, paket bisa berarti layanan dasar tertentu yang masih harus dibaca lagi sesuai jumlah peserta, lokasi, durasi, aktivitas, vendor, perlengkapan, dokumentasi, dan batas risiko. Karena […]
Rundown outdoor adventure sering terlihat menarik saat ditulis di proposal. Ada outbound, rafting, offroad, paintball, dokumentasi, makan siang, pembagian hadiah, dan sesi penutupan. Namun, di lapangan, acara seperti ini tidak selalu berjalan baik jika semua aktivitas dipadatkan tanpa membaca durasi, lokasi, perpindahan peserta, cuaca, stamina, dan safety briefing. Karena itu, menyusun rundown outdoor adventure untuk […]
Harga event gathering outbound adalah pertanyaan yang wajar muncul sejak awal ketika panitia, HR, GA, procurement, atau PIC perusahaan mulai membaca kebutuhan acara. Namun, harga event gathering outbound tidak bisa dinilai sehat bila hanya berdiri sebagai angka cepat tanpa brief. Sebab, angka itu perlu membaca tujuan kegiatan, jumlah peserta, lokasi, durasi, venue, vendor, konsumsi, transportasi, […]
Memilih layanan Semesta Indonesia sebaiknya tidak dimulai dari pertanyaan “paketnya apa?”, tetapi dari tujuan program yang ingin dicapai. Sebelum nama layanan dipilih, calon klien perlu membaca jumlah peserta, profil peserta, lokasi, durasi, alur kegiatan, risiko lapangan, kebutuhan hospitality, vendor, dan batas kerja yang harus dikunci. Dalam konteks Semesta Indonesia, pilihan layanan tidak cukup ditentukan dari […]
Banyak panitia langsung bertanya, “Paket outbound-nya berapa?” Padahal, proposal outbound perusahaan yang bertanggung jawab tidak bisa dimulai dari harga sebelum kebutuhan program terbaca. Jumlah peserta, tujuan kegiatan, lokasi, durasi, kondisi fisik peserta, intensitas aktivitas, dokumentasi, konsumsi, transportasi, dan batas layanan akan memengaruhi bentuk program. Jika data awal belum jelas, proposal mudah berubah menjadi daftar aktivitas […]











